onesetia82
onesetia82
onesetia82
DAFTAR FIFAQQ

Kalender Pawukon, Menentukan Hari Baik dan Nasib Sial

Ternyata di zaman modern ini, dari teknologi hingga gaya hidup sudah banyak banget yang berubah, misalkan beberapa hal yang menjadi kebiasaan zaman dahulu dan masih digunakan hingga sekarang. Salah satu tradisi tersebut adalah Pawukon alias wuku. Pawukon biasanya sering disebut-sebut dengan kalender Jawa Kuno (penanggalan jawa). Bagi masyarakat Indonesia yang banyak memiliki suku dan budaya, tentu untuk hal-hal penentuan hari baik sangat penting terutama untuk orang Jawa dan Bali.

Menurut masyarakat Jawa dan Bali, melakukan peristiwa penting pada hari-hari baik akan mendatangkan keuntungan dan keselamat serta terhindar dari musibah. Karena mereka mempercayainya, maka dari itu Pawukon masih digunakan hingga sekarang.

Perhitungan Pawukon

Untuk perhitungan Pawukon ini tentu sangat berbeda dengan perhitungan kalender Masehi ataupun kalender lainnya. Jika kalender lainnya memiliki tahun, maka untuk Pawukon ini tidak ada tahun. Di Pawukon terdapat nama kalender yang bernama wuku, dimana untuk 1 wuku adalah 7 hari. Kalender Pawukon memang sudah ada sejak zaman dahulu dimana Indonesia masih terdapat banyak kerajaan-kerajaan yang menguasai Negeri ini.

Jika kamu tahu, untuk menghitung per tahunnya, Pawukon menggunakan jumlah 30 wuku dengan nama yang berbeda-beda pula. Pawukon memiliki siklus juga yang ada di dalam kalendernya, yaitu diawali dengan wuku Sinta dan diakhiri dengan watu gunung lalu kembali lagi ke wuku pertama.

Memiliki 210 hari dalam setahun, Pawukon memiliki siklus hari yang diberi namasaptawara, pancawara, dan juga pasaran. Dimana untuk pancawara dimulai dari hari senin sampai hari sabtu, sedangkan untuk pancawara dan pasaran yaitu setiap hari dengan siklus 5 harian. Memang untuk orang yang awam, akan sangat bingung untuk bisa memahami kalender jawa kuno ini. Hanya orang-orang yang sudah ahli saja yang bisa membacanya.

Biasanya untuk membaca kalender Pawukon antaranya adalah para sesepuh Desa ataupun orang yang memiliki ilmu lebih untuk bisa membacanya. Dan untuk Pawukon ada satu siklus yang sangat terkenal di masyarakat Jawa maupun Bali, yaitu siklus selapan yang terdapat 30 hari di dalamnya. Sehingga dengan ini siklus Pakuwon ada 10 siklus.

Fungsi Menggunakan Kalender Pawukon

Banyak dari kita yang kadang bertanya-tanya terutama bagi kaum muda, untuk apa menggunakan kalender Jawa untuk menentukan hari yang penting? Kita sebagai orang Jawa hanya menurut saja apa kata orang tua kita agar kebaikan bisa mengarah pada kita. Namun kalian tahu fungsi menggunakan kalender pawukon? Berikut ada beberapa fungsinya :

1. Sebagai pedoman untuk bisa mengetahui kapan itu hari buruk, dan kapan itu hari baiknya.

Biasanya jika kita akan mengadakan suatu acara seperti pernikahan, khitanan, bahkan pembangunan rumah akan mengambil hari dan tanggal yang bagus untuk melakukan acara tersebut. Biasanya yang dimintai bantuan untuk membacanya adalah sesepuh Desa yang sudah paham betul akan kalender Pawukon tersebut.

2. Pawukon juga bisa memprediksi kecocokan sebuah pasangan kekasih loh!

Bila kamu yang memiliki kekasih dan ingin menikahinya, coba saja meminta sesepuh di tempatmu untuk membacakan kecocokan kalian. Dengan memprediksinya, kamu bisa saja langsung yakin bahwa kekasihmu itu adalah jodohmu.

3. Membaca ramalan juga bisa.

Sama seperti ramalan-ramalan lain seperti zodiak dan shio, pakuwon juga bisa meramal nasib kamu hanya dengan mengetahui hari dan tanggal lahir kamu. Tidak seperti zodiak, pawukon bahkan bisa memprediksi nasib masa depanmu. Itulah informasi tentang kalender yang digunakan oleh masyarakat Jawa di zaman dahulu kala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Cerita © 2018 Frontier Theme